Mulut Bersambut (Sastra dalam foklor)

September 04, 2014 Admin 0 Comments




Foklor lisan. Bagi kita yang belum terbiasa dengan dunia sastra pasti akan asing dengan kata tersebut. Foklor lisan merupakan suatu bentuk tradisi lisan oleh masyarakat pada zaman dahulu. Foklor lisan dipergunakan sebagai ukuran pemerintahan kuno sebagai alat untuk menilai keberhasilan atas suatu pemerintahan. 

Dalam buku yang berjudul Mulut Bersambut karangan Ayu Sutarto ini dijelaskan bentuk-bentuk dari foklor lisan yang banyak beredar dimasyarakat. Kegunaan dan juga contoh dari penggunaannya-pun ikut dijelaskan secara detail dengan bahasa yang lugas.

Pada era baru ini foklor lisan memang sudah jarang dilakukan. Salah satunya dengan berpepatah, berpantun, ataupun berperibahasa dalam menanggapi sesuatu. Namun dari buku ini kita bisa menyelami keadaan dimana foklor lisa menjadi suatu hal yang selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 

Buku ini menjelaskan foklor lisan pada zaman pemerintahan presiden Soekarno dan Soeharto. Melalui kehidupan mereka yang diceritakan secara menarik kita bisa melihat secara langsung dimana tepatnya foklor-foklor lisan itu digunakan dan untuk maksud apa dipergunakan. Cerita yang mengalir dengan bahasa yang mudah dimengerti membuat para pembaca yang meskipun sama sekali tidak memiliki background sastra dapat mengerti dengan mudah apa yang dimaksudkan oleh penulis.

Satu kelebihan lagi dari buku ini adalah diakhir buku terdapat renungan yang bisa membuka pikiran kita. Selain mengerti maksud penulisan buku, kita juga bisa membuka pikiran kita bagaimana kita nantinya harus bersikap.

Penjelasan buku Mulut Bersambut ini memang sangat mudah dimengerti. Namun pada dasarnya buku tersebut memang lebih banyak menyatakan sebuah cerita sehingga secara tidak langsung cerita sejarah tentang Soekarno dan Soeharto lebih menonjol dibandingkan dengan pembahasan utama buku yaitu sastra lisan dan foklor lisan.

Namun secara keseluruhan buku ini mampu membuat kita mengerti apa yang menjadi perbedaan untuk menyatakan pendapat dari era Soekarno-Soeharto dengan era modern ini. Kita juga nantinya akan mengetahui sejarah apa yang ternyata telah banyak kita lupakan, sedangkan sejarah tersebut memiliki banyak arti dan manfaat sebagai pelajaran hidup.